On StageReport

Kolaborasi Mahakarya Di Prambanan Jazz 2018

Tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 tahun, pagelaran festival music Jazz terbesar di Jawa Tengah Prambanan Jazz resmi digelar untuk yang ke empat kalinya selama tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 17 hingga 19 Agustus 2018.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz masih menonjolkan sisi eksotisme komplek candi Prambanan dengan dua panggung yang terbagi untuk Festival Show (Hanoman Stage) dan special show (Roro Jongrang Stage).

Dua tema yang diusung oleh Rajawali Indonesia communication selaku promotor yaitu budaya warisan leluhur berupa candi Prambanan sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia yang juga World Heritage dan budaya popular dalam masyarakat Indonesia berupa mahakarya musik. Besar harapan Prambanan Jazz Festival 2018 menyajikan kolaborasi dua unsur tersebut agar bisa diterima dengan baik disemua kalangan masyarakat baik lokal dan internasional.

Prambanan Jazz

Tahun ini komposisi musisi yang terlibat dalam Prambanan Jazz sebanyak 27 Musisi. Mereka tampil terpisah selama tiga hari perhelatan festival tersebut, daftar musisi local yang sangat tidak asing lagi bagi kita sebut saja diantaranya : Rendy Pandugo, LETTO, Iwa K, Faris RM, Glenn Fredly, Kla Project, Tulus, Dewa 19 Feat Ari Lasso dan masih banyak lagi. Musisi Internasional yang juga tergabung dalam perhelatan ini adalah musisi Jazz dunia Diana Krall dan group boyband asal Irlandia Boyzone, juga tidak ketinggalan beberapa musisi yang terlibat kolaborasi sangat apik juga tampil di setiap harinya, di hari pertama Prambanan Jazz kita disuguhkan kolaborasi antara Tohpati, Sheila Majid, Marcell dan Rio Febrian dan kolaborasi seru antara Kahitna dan Ran, di hari kedua kita disuguhkan kolaborasi antara Tompi dan Nadya Fatira, Father & Son (Project Yovie dan Arsi) feat Brisia Jodie dan Indra Lesmana yang tampil mengesankan bersama Eva Celia kemudian ditutup dengan performa ratu jazz dunia Diana Krall di panggung Spesial Show. Dihari ketiga atau terakhir Prambanan Jazz, kita masih disuguhkan kolaborasi menarik dari Idang Rasjidi feat Syahrini, Kolaborasi nostalgia Dewa 19 Feat Ari Lasso dan ditutup oleh penampilan Boyband era 2000 an Boyzone yang juga merupakan penampilan reuni tur dunia terakhir mereka.

Prambanan Jazz

Beberapa perbedaan lainnya dari Prambanan Jazz 2018 kali ini adalah diterbitkannya sebuah karya buku yang berjudul “100 Konser Musik Indonesia” yang ditulis oleh Anas Syahrul Alimi dan Muhidin M Dahlan. Buku tersebut dijual dengan harga khusus bagi pengunjung Prambanan Jazz dengan harga sebesar Rp. 100 ribu Rupiah dari harga resmi Rp. 200 ribu Rupiah dan Seluruh hasil dari penjualan buku tersebut didonasikan kepada korban gempa Lombok Nusa Tenggara Barat.

Hal menarik lainnya dari sebuah Festival ini adalah tersedianya Kids Area untuk para pengunjung yang membawa anak-anak selain merchandise, booth sponsor dan spot photo. Dibuatnya sebuah pojok kuliner makanan khas tradisional Yogyakarta tempo dulu dan masa kini dengan nama “Pasar Kangen” yang membuat Prambanan Jazz jelas sekali menonjolkan tradisi-tradisi khas kota Yogyakarta. Setidaknya terdapat 70 stand kuliner dan kerajinan yang terlibat di dalamnya. Para pengunjung Prambanan Jazz dapat menikmati musik berkualitas dunia sembari menyaksikan indahnya Candi Prambanan juga menyantap kuliner khas Yogyakarta dibawah cerahnya langit pada tiga malam festival tersebut.

Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 tahun, Kids Area Prambanan Jazz juga menggelar berbagai kegiatan lomba dengan banyak doorprize. Lomba yang dibuat tidak lepas dari tradisi lomba dihari kemerdekaan seperti Lomba Origami, lomba makan kerupuk, lomba kelereng, dance baby shark dan masih banyak lagi.

Hari Pertama Prambanan Jazz

Hari pertama Prambanan Jazz Festival seperti layaknya festival pada umumnya. Open gate dimulai dari jam 1 atau jam 2 siang melalui pintu masuk candi Prambanan. Pertunjukkan perdana dimulai pada pukul 14.15 WIB dengan penampilan Nano Tirto Big Band di Hanoman Stage (Festival area) disusul penampilan Rendi Pandugo pukul 15.15 WIB di panggung yang sama. Berselang 15 menit setelah Rendi pandugo tampil, Roro Jongrang Stage kemudian diisi oleh penampilan dari Group band asal kota Yogyakarta “The Rain” dan disusul oleh perfoma apik band muda asal ibukota Jakarta “HIVI”.

LETTO kemudian mulai menghibur kembali pengunjung dengan tembang-tembang hits mereka di Hanoman Stage setelah Rendi Pandugo selesai kemudian disusul dengan penampilan Rapper lawas Iwa K yang bermain di jam 18.00 WIB bersamaan dengan tampilnya Yura Yunita di panggung Roro Jongrang. Setealah Break Magrib, group music lawas Java Jive mencoba memberikan nuansa nostalgia para pengunjung Prambanan Jazz di Hanoman Stage pada pukul 19.30WIB sekaligus menutup kemeriaahan di panggung tersebut di hari pertama. Setelah Java Jive tampil, semua konsentrasi massa terpaku pada special show di Roro Jongrang Stage dengan 2 penampil utama yaitu kolaborasi anatara Tohpati, Sheila Majid, Marcel dan Rio Febrian pada pukul 21.00WIB dan ditutup secara manis oleh kolaborasi KahitRan (Kahitna dan Ran) pada pukul 22.30WIB

Hari ke dua Prambanan Jazz

Hari kedua Prambanan Jazz dimulai dengan cerahnya tanggal 18 Agustus dan membludaknya para pengunjung Candi Prambanan. Pukul 14.30 MLD Jazz Wanted sudah membuat gaduh panggung Hanoman Stage disusul Penampilan Abdul & The Coffe Theory di Rorojongrang Stage. Penampilan manis Monita Tahalea di jam 15.30WIB disusul musisi jazz lawas Faris RM di jam 16.45WIB mengantarkan sore yang teduh Prambanan Jazz Festival dengan suguhan music yang catchy, belum lagi Tompi yang memboyong Nadia Fatira sebagai kolaborator membuat Rorojongrang stage pada pukul 16.30 semakin mempesona dipenghujung senja dengan latar sunset yang memerah dibalik Candi Prambanan.

Prambanan Jazz

Seusai Break Magrib, dua panggung tersebut diisi dengan penampilan kolaborator Father & Son (Yovie Widianto & Arsi) bersama Brisia Jodie di Hanoman Stage, dan sudah pasti KLA Project semakin membuat meriah Prambanan Jazz dengan hits mereka yang sudah sangat familiar yaitu “Yogyakarta” dan dipanggung lain Musisi Jazz Senior Indra Lesmana berkolaborasi bersama sang putri Eva Celia sukses menghibur pengunjung di Rorojongrang stage. Hari kedua ditutup oleh line up utama Prambanan Jazz Festival dengan penampilan salah satu Ratu Jazz Dunia “Diana Krall” di panggung Spesial Show Rorojongrang Stage. Kali ini Line Up Utama Prambanan Jazz sangat mempesona dengan kesiapan yang luar biasa, tatasuara yang renyah, tata lampu yang begitu megah dan sudah pasti kematangan bermusik Diana Krall mampu membius ratusan bahkan ribuan pengunjung yang memadati panggung tersebut, epic !

Hari ke tiga Prambanan Jazz

Hari terakhir perhelatan Prambanan Jazz merupakan hari yang paling saya tunggu. Di hari terakhir ini banyak sekali line up musisi yang sangat digandrungi oleh para pencinta musik tanah air baik dari mainstream artist juga musisi indie. Sebut saja nama Barasuara dan Stars & Rabbit yang saat ini sedang berada di puncak karir bermusik mereka, mereka tidak pernah gagal menyajikan aksi-aksi panggung yang menawan di setiap pertnjukkannya. MLD Jazz Project membuka teriknya siang hari di Prambanan sejak pukul 14.30WIB disusul dengan nostalgia menarik dari band Lawas “Jikustik”. Setelah Jikustik, pengunjung Prambanan Jazz di Hanoman Stage tidak henti-henti disuguhkan performa luar biasa dari Barasuara di pukul 16.45WIB, Stars & Rabbit di pukul 18.00WIB, Nyong Ambon Glenn Fredly yang superior membawakan hits-hitsnya pada pukul 19.00WIB dan ditutup dengan penampilan elegan Tulus di pukul 21.15WIB. Di Rorojongrang Stage sejak pukul 15.15 WIB juga disuguhkan oleh penampilan Sierra Soetedjo, Kolaborasi Idang Rasjidi dan Syahrani di pukul 16.15WIB dan penampilan Gigi usai break magrib dengan mengaransement ulang beberapa hits nya menjadi aransemen yang lebih jazzy.

Prambanan Jazz

Pada pukul 21.00WIB semua orang berkumpul di depan panggung Rorojongrang stage dan bersiap bernostalgia dengan lagu-lagu Dewa 19 bersama Ari Lasso, sing a long dan riuh penonton tidak bisa terbentung mengikuti ajakan Ari Lasso untuk bersenandung bersama. Di penghujung Prambanan Jazz 2018, group boyband asal Irlandia “Boyzone” yang tampil khusus menutup reuni tur dunia mereka di festival ini menambah sempurna perhelatan Prambanan Jazz 2018. Prambanan Jazz mungkin bisa jadi salah satu Festival yang terbilang komplit dengan suguhan musik yang bagus dan nuasa pariwisata yang elok, Festival ini betul-betul memberikan efek kangen kepada para pengunjung untuk bersedia datang lagi, Prambanan Jazz bisa jadi bukan sekedar festival musik biasa dimata para pencinta seni pertunjukkan tapi juga merupakan destinasi bagi mereka yang ingin berlibur menikmati suasana jogja dengan suguhan komplit musik yang berakulturasi dengan budaya lokal yang mengesankan. Seperti dikutip dari petikan lirik lagu KLA Project yang berjudul Yogyakarta, maka “Izinkanlah Aku Untuk Selalu Pulang Lagi” ke Prambanan Jazz berikutnya.