Back StageNews

SoftAnimal Lepas EP Perdana Berjudul Nanook

Bayu Adisapoetra terus gencar bersama proyek musiknya di luar Elephant Kind, SoftAnimal. Intens mengenalkan tiga single (New Blood, Black & White dan Rolling Door) dan juga sebuah pertunjukan musik bersama Bam Mastro dan Elephant Kind, kini ia di bawah kendaraan musik bernama SoftAnimal tersebut resmi melepas EP perdana bertajuk Nanook.

SoftAnimal adalah project yang sangat personal yang pernah dibuat dimana Bayu Adisapoetra membuat semua kebutuhan yang terdapat di dalam SoftAnimal. Selain membuat dan menyusun lirik demi lirik, ide serta konsep dari SoftAnimal turut dipersembahkan oleh Bayu Adisapoetra pribadi. Bekal pengalaman musik sejak belia dan juga berjalan bersama Elephant Kind membuat dampak positif bagi drummer ini untuk lebih terbuka dalam bermusik. Tidak hanya memainkan instrumen namun juga bagaimana membentuk musik dari ide mentah semata, mengembangkannya hingga menjadi sebuah karya yang ingin dicapai dari pesan yang ingin disampaikan.

Dalam eksekusinya sang drummer tidak sendiri, ia dibantu oleh musisi Lafa Pratomo atau yang dikenal sebagai Lafa Green sebagai produser EP Nanook ini. Memiliki pengaruh dan latar belakang berbeda bukan menjadi kendala bagi keduanya untuk bekerja sama, justru menjadi tantangan bagaimana caranya untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang diinginkan namun tetap memiliki karakter yang bisa menjadi cerminan Bayu Adisapoetra bersama SoftAnimal.

“Bagi saya pribadi, SoftAnimal seperti mesin waktu yang membawa kembali ke zaman grunge di tengah masa jayanya. Masa dimana memberontak itu adalah sebuah mandatori alamiah dan ditunjukkan lewat pukulan drum yang teramat kencang, cabikan bass yang menjebol amplifier serta gain penuh di pedal metalzone gitar, dan tentu saja vokal yang slengean dan penuh raungan yang entah apa makna dan substansinya. SoftAnimal tidak serta merta berkepribadian demikian, yang ini jauh lebih beradab, bijak namun tetap ugal-ugalan. Semangat itu yang saya coba jaga agar Bayu tidak keluar dalam lajurnya,” ujar Lafa Pratomo sang produser.

“Sebenarnya ide untuk membuat SoftAnimal udah ada di dalam rencana 4-5 tahun lalu tapi waktu itu belum cukup ilmu untuk mengaplikasikan apa yang dimau. Semenjak bermain bersama Elephant Kind, saya belajar banyak banget bagaimana bikin sebuah karya. Bagaimana meramu ide hingga menjadikan sebuah karya yang matang dan bagus. Lafa tidak hanya membantu untuk membuat saya on track namun juga bisa meyakinkan jika SoftAnimal tidak hanya sekadar ide tapi bisa dihadirkan sesuai dengan yang saya inginkan,” tambah Bayu.

Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, judul EP Nanook diambil dari mitologi Nanook dari suku Inuit di daerah Kanada bagian utara dan Alaska. Nanook dipercaya sebagai penguasa beruang kutub yang kerap kali diburu oleh suku Inuit, dagingnya diambil untuk dimakan dan kulitnya digunakan untuk bertahan dari dingin, dan restu Nanook dibutuhkan untuk pemburu bisa berhasil mendapatkan buruannya tersebut. Nanook dan cerita di belakangnya memiliki semangat yang sama dengan SoftAnimal dimana Bayu Adisapoetra mengerti musik memiliki ekosistemnya sendiri dengan mereka yang sudah ada dan yang ingin masuk ke dalamnya. Nanook menjadi persembahan perdana dari SoftAnimal yang diharapkan bisa berjalan dan menjadi pemicu untuk karya-karya lainnya.

“Saya pribadi ingin musik SoftAnimal menjadi salah satu pilihan baru yang udah ada di skena musik Indonesia. Tapi yang jelas saya ingin semuanya berjalan secara natural, paling tidak usaha untuk mengeluarkan karya yang cukup personal sudah tercapai. Dan SoftAnimal ditargetkan akan terus bikin karya terus, karena SoftAnimal itu Bayu Adisapoetra yang tidak cepat puas sama apa yang udah dikeluarkan,” papar Bayu.

EP Nanook sudah bisa dinikmati di beragam gerai layanan musik streaming sejak 13 April 2018 ini dan bersamaan dengan itu SoftAnimal resmi berjalan menjadi salah satu kendaraan musik dari Bayu Adisapoetra yang akan didukung oleh beberapa musisi lainnya dalam format live sebagai pilihan baru bagi penikmat musik rock dimanapun mereka berada.