Simfoni Kilas dan Noni Dju Rilis Debut Orkestralnya yang Berjudul “Ingar Bingar”
Noni Dju, komposer muda dan keyboardist, kembali mengguncang dunia musik dengan proyek orkestral terbarunya, “Simfoni Kilas”. Noni Dju juga baru saja merilis debut epik berjudul “Ingar Bingar” yang dirilis pada 29 Juni 2024. “Ingar Bingar” menawarkan pengalaman mendengarkan yang unik dan menggugah, membawa pendengar ke jantung hiruk-pikuk Jakarta.
Sebagai alumni proyek Diatas Rata Rata oleh Erwin Gutawa dan Gita Gutawa generasi pertama, Noni Dju telah menunjukkan ketertarikannya pada orkestrasi sejak usia muda. Kini, dengan bekal pendidikan dari Berklee di usia 23 tahun, ia menantang batasan dengan menciptakan karya orkestral yang memadukan elemen-elemen periode Romantik dan Modern.
“Ingar Bingar” adalah sebuah karya orkestral kontemporer Noni Dju berdurasi tiga setengah menit yang menangkap esensi dari kehidupan sehari-hari di Jakarta. Melalui musiknya, Noni menghadirkan dinamika kota dengan segala kenyamanannya yang penuh tantangan. Komposisi ini menggambarkan keramaian dan kebisingan jalanan, transportasi umum yang padat, serta semangat pejuang mimpi di ibu kota.
Dengan menggabungkan kekayaan harmonis dan ritmis yang mengingatkan pada Gustav Holst dan Stravinsky, “Ingar Bingar” dikemas dalam durasi singkat namun padat, memungkinkan pendengar menikmati kompleksitas orkestral tanpa harus meluangkan banyak waktu. Orkestrasi dimainkan oleh Budapest Scoring Orchestra yang terkenal dengan kualitas rekamannya, menambah dimensi baru pada komposisi ini, menjadikannya sebuah pengalaman mendengarkan yang luar biasa.
“Simfoni Kilas” adalah wadah eksperimen orkestrasi oleh Noni Dju yang terinspirasi dari kata “sekilas”. Melalui proyek ini, Noni berusaha menghadirkan intensitas dan kedalaman musik orkestral dalam waktu singkat, mirip dengan durasi musik pop. Pendengar dapat merasakan kekayaan emosi dan gaya dari periode Romantik dan Modern dalam waktu yang lebih singkat.
“Saya ingin membawa sesuatu yang segar dan inovatif ke dunia musik orkestra Indonesia melalui ‘Simfoni Kilas’,” ujar Noni Dju. “Dengan ‘Ingar Bingar,’ saya berharap pendengar dapat merasakan keunikan dan keindahan kehidupan Jakarta yang penuh warna dan dinamis dalam balutan orkestrasi yang singkat.”

