Patras Kembali Dengan “Paint”, Single Perdana Menuju Album Terbaru
Setelah vakum selama dua tahun, band rock asal Jakarta, Patras, kembali meramaikan kancah musik dengan merilis single terbaru berjudul Paint. Lagu ini akan tersedia di seluruh platform streaming mulai 12 September 2025, dan menjadi single pertama dari tiga lagu pembuka menuju peluncuran album terbaru mereka.
Formasi Patras saat ini terdiri dari empat personel utama: Chaska Hermawan sebagai vokalis dan gitaris, Bradley Kustiono sebagai vokalis dan bassist, Raihan Soedewo di posisi lead gitar, serta Muhammad Wildan, drummer yang baru saja resmi bergabung dengan band.
Sebagai lagu pembuka album, Paint menjadi penanda arah musikal baru yang lebih terarah dan matang. Setelah bertahun-tahun mengeksplorasi berbagai warna musik, Patras kini menemukan jati suara mereka. Lagu ini diproduseri secara kolaboratif oleh Pandji Dharma bersama seluruh anggota band di studio mereka yang terletak di Jakarta Selatan. Kehadiran Dharma membawa pengaruh signifikan, berkat pengalamannya dalam berbagai genre musik mulai dari indie rock hingga pop yang lebih halus. Reputasinya sebagai salah satu figur penting di komunitas musik indie turut memberi sentuhan khas pada lagu ini.
“Tahun lalu, kami duduk bersama dan memutuskan untuk mengambil arah baru untuk musik kami, dengan mengambil inspirasi dari era 1960-an. Dalam dekade itu, perkembangan musik sangat pesat, dan kami ingin mengeksplorasi nuansa tersebut. Cara terbaik untuk memulainya adalah dengan membuat lagu pop,” ujar Chaska Hermawan.
Menurut Chaska dan Raihan, Paint menggambarkan kehancuran emosional seorang pemuda yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah cinta yang ia percaya ternyata menyakitinya. Di tengah patah hati, ia mulai mempertanyakan: apakah harmoni sejati dalam hubungan itu benar-benar pernah ada?
“Bagi gue, ketika orang melukis, mereka memproyeksikan apa yang sebenarnya ingin mereka lihat. Gue selalu merasa bahwa orang yang melukis gambar gue melihat gue dari perspektif tertentu pada titik waktu tertentu. Lagu ini, pada dasarnya, adalah pencerahan tentang bagaimana sebenarnya orang itu memandang gue dan hubungan kita,” jelas Chaska.
Secara musikal, Paint membawa nuansa pop-rock khas era 1960-an, namun dengan sentuhan yang lebih segar dibandingkan rilisan-rilisan sebelumnya. Gitar akustik dengan ritme manis menjadi fondasi harmoni yang lembut, sementara gitar elektrik memperkenalkan riff pembuka yang khas. Ketukan drum yang stabil menjaga tempo lagu tetap ceria namun reflektif. Bass yang membengkak di bagian transisi memberikan kekuatan emosional tambahan, dan harmoni vokal yang kaya mengikat keseluruhan komposisi. Pada bagian chorus, vokal yang meledak-ledak menciptakan dinamika antara kehangatan romantis dan keputusasaan emosional.
Dengan Paint, Patras tidak hanya memperkenalkan single baru, tetapi juga membuka lembaran baru dalam perjalanan musik mereka lebih dewasa, lebih tajam, dan penuh warna.

