Back StageNews

Orchest Stamboel Merilis Klip Video Perdana Mereka, Kramat Lontar

Kelompok musik Orchest Stamboel secara resmi merilis klip video perdana mereka, Kramat Lontar, pada Rabu 1 Maret 2017. Mengusung konsep one take okay, klip video Kramat Lontar merepresentasikan visualisasi sederhana sebuah jalan yang berada di kawasan Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

“Kramat Lontar adalah tipikal jalan Kota Jakarta dengan segala dinamikanya: anak-anak kecil berlarian bebas atau bermain sepakbola sementara motor atau bajaj bersliweran; dua mobil yang salah satunya mesti mengalah saat beradu ‘hidung’; deretan rumah kontrakkan atau rumah kos penuh warna; jasa cuci mobil atau motor yang bersisian dengan hotel berbintang; serta kelompok Ondel-ondel yang mencari penghidupan. Menarik!” ungkap gitaris Adnan Nanda.

Nanda menambahkan, sejak band resmi terbentuk pada tahun 2014, jalan Kramat Lontar telah menjadi rumah kedua bagi Orchest Stamboel. “Lagu Kramat Lontar benar-benar memiliki nuansa light dan dark sebagai simbol dari perkembangan kelompok musik kami sekaligus jalan itu sendiri. Kramat Lontar-lah yang menyatukan kami,” jelasnya.

Penabuh drum Edwin Harahap mengungkapkan, klip video Kramat Lontar menjadi penanda awal dari rencana perilisan album penuh pada medio tahun ini. “Penggarapan album perdana kami cukup menyita banyak waktu. Proses rekamannya sudah berlangsung sejak akhir tahun 2015 lalu. Bila tidak ada kendala, mudah-mudahan tahun ini kami bisa meluncurkan album penuh,” beber Edwin.

Tentang Orchest Stamboel Beranggotakan Adnan Nanda (gitar), Hanafi Imamusu (basses), dan Edwin Harahap (drums), Orchest Stamboel adalah kelompok yang kembali memainkan musik instrumental bernuansa rocknroll ’60-an. Jenis musik ini sangat populer di Eropa terutama di negara Jerman, Belgia, dan Belanda. Pada masanya di Negeri Oranje Belanda, banyak musisi keturunan Indonesia mempopulerkan musik yang lebih dikenal dengan istilah Indorock. Salah satu pionir atau ikonnya adalah The Tielman Brothers.

Lima puluh tahun berselang, penuh kebanggaan Orchest Stamboel kembali menyuguhkan nomor-nomor instrumental sebagai amunisi utama mereka, sekaligus sebagai bentuk apresiasi untuk para musisi legenda Indorock.