Ogz Lonerider Teriakkan Ketidakadilan Lewat Single “Berontak”
Ogz Lonerider kembali meramaikan kancah musik independen dengan merilis single terbarunya yang berjudul “Berontak” pada 3 Juli 2025 melalui Siderise Records. Lagu ini menggambarkan ketimpangan dalam sistem peradilan, ketika keputusan hukum salah sasaran dan justru mengorbankan orang yang tidak bersalah. Dengan gaya khas yang keras dan penuh kritik sosial, “Berontak” menjadi lanjutan dari konsistensi Ogz dalam menyuarakan keresahan lewat musik yang kuat dan lirik yang lugas.
Perjalanan Ogz sebagai solois dimulai sejak awal 2023, setelah bertahun-tahun malang melintang di skena musik Surabaya. Ia memadukan pengaruh dari band-band seperti Black Sabbath, Motörhead, Cowboys and Aliens, Truckfighters, hingga Black Label Society ke dalam karya-karyanya yang kental dengan nuansa berat namun penuh narasi. Musiknya terinspirasi dari keresahan sosial, pengalaman spiritual saat berkendara, dan imajinasi liar yang menjelma dalam lagu-lagu bernuansa dongeng dan realitas. Dalam proyek solonya ini, Ogz juga dibantu oleh sejumlah musisi Surabaya dari berbagai latar musik.
Sebelum bersolo karier, Ogz sempat aktif di berbagai band lokal. Ia memulai dari Traumatic Death sekitar 1992 dengan membawakan lagu-lagu Sepultura, lalu Room 13 pada 1994 yang meng-cover Pearl Jam, Therapy?, dan Stone Temple Pilots, hingga band heavy punk Energi Esok Hari yang ia geluti hingga 2023. Setelah melewati perjalanan panjang bermusik, Ogz akhirnya memilih untuk fokus sebagai solois demi mengeksplorasi karakter musikalnya secara penuh.
Hingga pertengahan 2025, Ogz telah merilis tujuh single. Lagu pertamanya, “Rabbit and Lonerider”, rilis pada 20 Oktober 2023 dan terinspirasi dari dunia dongeng, menggambarkan perjalanan imajinatif bertemu seekor kelinci dalam petualangan fantastis. Single kedua, “Putaran Terakhir”, yang hadir pada 24 November 2023, menyuarakan kritik atas kompetisi tidak sehat di dunia modern. Lagu ketiga, “Lemas Tak Berdaya”, rilis pada 5 April 2024 dan mengangkat tema ketidakpuasan yang diekspresikan melalui simbol kelinci yang berubah buas seperti serigala.
Diikuti oleh “Tergila”, lagu keempat yang menggambarkan tekanan mental dan pelampiasannya melalui aksi ugal-ugalan di jalanan. Lagu kelima, “Ride to the Moon”, menceritakan semangat kolektif dalam menghadapi rintangan dan meraih keberhasilan. Sementara “Lempar Batu Sembunyi Tangan” mengangkat kisah kelam tentang kerakusan, kekerasan, dan pengkhianatan terhadap saudara sendiri demi kekuasaan.
Dengan hadirnya “Berontak”, Ogz menegaskan kembali identitasnya sebagai solois yang tajam, reflektif, dan berani. Ia adalah suara dari jalanan dan imajinasi, yang terus bergerak membawa cerita melalui distorsi dan lirik-lirik yang menggugah.

