Back StageNews

Menelaah “Bumi” dalam Diri Bersama Agnimaya

Bergabungnya Dio, Rachel, Cahyo dan Satria yang kini menemani Ijes & Adenramma tidak dilakukan hanya untuk “meramaikan” saja. Bukannya membuat ruang bunyi menjadi sumpek, hadirnya segambreng instrumentalis ini justru semakin menajamkan penuturan cerita Agnimaya yang bisa terasa sangat vivid di album terbarunya, Bumi.

Bersama Aziz Comi (Payung Teduh) sebagai produser, 10 nomor dalam Bumi seolah-olah membawa kita menjelajahi hidup, menerobos batas-batas waktu. Jangankan kenangan masa lalu yang jelas-jelas sudah dilewati, masa depan yang tidak pernah kita tahu seperti apa bentuknya pun bisa terasa sangat dekat dan erat.

Baca Juga: Pale Skies Merekam Prosesi Kenangan di Single “Larung Memori”

Pendekatan musik yang terasa luas dan cinematic dapat dalam sekejap membuat kita tenggelam dan mengejutkan bagaimana cerita-cerita yang Agnimaya tuturkan bisa terasa begitu dekat, tanpa kita harus memberi tahu mereka luka dan harap terdalam yang sering kali cuma kita dekap erat-erat di antara malam-malam. Mulai dari Savana sampai Selamat Malam, daripada menuturkan ceritanya, Agnimaya malah terasa seperti sedang menceritakan ulang cerita kita.

Didukung oleh karya Delangsa dan Jati Hastaman pada sampul albumnya, Bumi milik Agnimaya menjadi sebuah karya seni yang patut dinikmati dengan khidmat dan dalam.

Album Bumi oleh Agnimaya sudah bisa didengarkan di kanal musik alir kesayangan anda. (Teks: Dey ‘Garamerica’)

GIGS SQUAD

GIGS SQUAD

GIGSCORNER.com adalah media online independen yang mengulas informasi seputar musik dan lifestyle di Indonesia