Back StageNews

Debut Album Pertama Sabbra Cadabbra, “Pandora”

Band Metalcore asal Yogyakarta Sabbra Cadabbra akhirnya menyelesaikan debut album pertamanya. Hari-hari para personelnya dihabiskan untuk memilah, menyerap dan memilih energi yang akan dikeluarkan di debut album mereka. Dan sekaranglah saatnya bagi Vocalis Bobby Satria (Bobby), Gitaris Yudhistira Gangga (Gangga), Gitaris Thabrani Andhari (Tephy), dan Drummer Dwi Agung (Agung) untuk melepaskan segala kerja keras dan energi mereka. Disaat sedang sibuk merampungkan album, secara tak terduga Agung memutuskan untuk melepas jabatannya dari posisi drum. Dan memilih ikut sampai di Album pertama saja.

Setelah mundurnya Agung yang memang sudah melaksanakan kewajibannya, Tersisalah tiga personel Bobby, Gangga dan Tephy. Mereka tak patah semangat dan tetap bertahan untuk segera merampungkan album ini. Harapan, Semangat dan Kemarahan mereka tunjukkan di Album yang diberi tajuk Pandora selaku debut album.

Pemilihan tajuk Pandora sendiri karena dirasa cocok dengan makna dari materi lagu yang terdapat di album. Pandora Box yang dilarang dibuka dan jika dibuka akan berhamburan segala macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan, dan keputusasaan. Para personel pun meyakini bahwa materi lagu di album debut akan menimbukan pengaruh yang sama (tentunya dalam makna positif). Seperti yang dikatakan Gangga, “pemilihan tajuk Pandora didasarkan bahwa materi lagu di album petama kami akan menimbulkan dampak, wabah, keburukan atau keputusasaan dalam makna yang positif. Karena dibalik dampak-dampak tersebut muncul Harapan”.

Pandora akan diisi dengan sejumlah lagu yang diantaranya berjudul “Rage”, “Agony of War”, “Mask of Light”, “Never Lose” dan juga “Chaos”.

Gangga dan Tephy sebagai producer dalam album ini memanjakan penikmat musik metal dengan balutan materi Metalcore bergaya Death Metal. Sementara untuk divisi lirik, Bobby yang bergelut dengan tema-tema lingkungan, kritik yang membangun, dunia yang mengalami Chaos. “Saya sengaja memadukan tema-tema yang berat tapi mudah untuk dimengerti, agar penikmat mampu membaca dan berimajinasi tentang apa yang saya tulis”. Terkait dengan pemilihan lirik yang memakai bahasa Inggris, Tephy menambahkan, “Untuk lirik kenapa kami memakai bahasa Inggris, agar cakupan pendengar musik Sabbra lebih luas dan gak cuma di Indonesia aja”.