Clairend Debut Dengan Single “H8ME!”, Tunjukkan Identitas Lewat Suara dan Sikap
Unit pop punk asal Indonesia, Clairend, resmi merilis debut single sekaligus video musik mereka yang berjudul “H8ME!” dan kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Band ini merupakan hasil pertemuan kembali tiga sahabat lama, Kevin (vokal), Agus (gitar), dan Yudik (bass), yang mulai menjajaki kembali skena musik pada akhir 2024.
Dalam prosesnya, mereka sempat “parkir” sejenak di garasi, mencari kepingan terakhir untuk menyempurnakan formasi. Kepingan itu akhirnya ditemukan pada awal 2025 saat Dede bergabung sebagai drummer, menghadirkan tempo cepat dan warna energik yang selama ini mereka cari.
Clairend menjadikan pop punk sebagai benang merah dalam bermusik dengan energi yang meledak-ledak namun tetap personal. Meski terdengar seperti nama yang abstrak, “Clairend” sesungguhnya menyimpan makna. “Clair” berasal dari kata clear (jernih), sementara “end” berarti akhir. Bagi mereka, nama ini bukan sekadar bunyi, tapi filosofi bahwa setiap perjalanan termasuk bermusik layak diakhiri dengan kejelasan dan ketulusan. “Make sure everything ends clearly.”
Single “H8ME!” sendiri lahir dari pengalaman pribadi Kevin, yang tumbuh dengan luka-luka emosional yang tak kasat mata. Dari selalu dibandingkan, merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain, hingga kehilangan ruang untuk menjadi diri sendiri.
Lagu ini adalah bentuk perlawanan sekaligus pelampiasan. “Bencilah aku jika itu yang kalian mau,” begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan. Lagu ini adalah pelukan untuk mereka yang merasa tidak pernah cukup, yang merasa harus selalu ikut lomba yang tak pernah diminta.
“Saat ini, kami sedang dalam proses menggarap single kedua dan mini album perdana,” ujar Clairend. “Isinya akan penuh energi dan emosi, sebagai langkah awal kami dalam memperkenalkan suara dan sikap kami kepada dunia.”
Clairend juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung proses perilisan single “H8ME!” ini dan pengerjaan mini album mereka. “Semoga karya ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang merasa berjalan sendirian. Dan semoga ke depan, kami terus diberi kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan menyentuh lebih banyak hati.”

