Visual Disorder Rilis Album Terbaru “ngawapayauB” dengan Nuansa Rock Carnaval
Band rock eksperimental asal Jakarta, Visual Disorder, resmi kembali dengan merilis album terbaru bertajuk “ngawapayauB”. Album ini menjadi penanda bangkitnya mereka setelah perjalanan panjang sekaligus melanjutkan eksplorasi musikal yang sebelumnya diperkenalkan melalui “natsinadhayS”. Kali ini, Visual Disorder menghadirkan interpretasi Rock Carnaval dengan memadukan energi rock, atmosfer psikedelik, dan lirik-lirik surealis yang menjadi ciri khas mereka.
Dirilis pada 24 Juni 2026, “ngawapayauB” menjadi bukti bahwa Visual Disorder terus bereksperimen tanpa kehilangan identitas nonkonformis yang selama ini melekat dalam setiap karyanya. Album ini lahir dari proses kreatif yang panjang, berawal dari materi-materi lama yang tersimpan selama hampir 18 tahun, kemudian dikurasi, diperkaya dengan tiga lagu baru, dan diproduksi ulang selama dua tahun hingga akhirnya menjadi sebuah karya yang utuh.
Melalui album ini, Visual Disorder menyampaikan beragam emosi dengan pendekatan musikal yang lebih matang, namun tetap mempertahankan karakter mentah dan bebas yang menjadi identitas mereka. Perjalanan panjang tersebut juga menjadi simbol bahwa berbagai tantangan yang pernah dihadapi tidak mampu menghentikan langkah mereka untuk terus berkarya.
Proses rekaman “ngawapayauB” dilakukan dengan cara yang sederhana namun penuh kebebasan. Seluruh materi direkam di sudut ruangan menggunakan amplifier vintage, dengan setiap sesi berlangsung tidak lebih dari empat jam sehari. Filosofi mereka tetap sama, yakni berkarya secara spontan tanpa mengejar kesempurnaan. Hasil akhirnya terdengar kasar, mentah, tetapi justru menghadirkan nuansa Rock Carnaval yang kuat dan autentik.
Ketidaksempurnaan tersebut menjadi bagian dari cerita di balik album ini. Transisi kondisi mental para personel dari masa-masa sulit menuju fase yang lebih stabil turut membentuk dinamika emosional dalam setiap lagu, sehingga menghasilkan karya yang terasa jujur sekaligus personal.
Album “ngawapayauB” menghadirkan sepuluh lagu, yakni “Peristiwa Pirata Tiza”, “Lampu-lampu Berkelana”, “Besok Sabtu”, “Akitsum Anaub”, “Kucing Liar”, “Neraka Masuk Surga”, “Tombak”, “Anak Muda Kolombia”, “Bangunan Barat”, dan “Vega”.
Dari seluruh materi tersebut, “Anak Muda Kolombia” dan “Bangunan Barat” menjadi dua lagu yang paling merepresentasikan arah musikal album ini. “Anak Muda Kolombia” mengangkat potret kehidupan sosial modern melalui sudut pandang yang satir dan sinis. Lagu ini menyoroti berbagai fenomena yang telah dianggap lumrah di masyarakat tanpa berusaha menyenangkan atau menghindari pihak tertentu, sembari tetap mempertahankan batas-batas nilai yang diyakini oleh Visual Disorder.
Sementara itu, “Bangunan Barat” lahir dari inspirasi yang lebih sederhana. Lagu ini tercipta setelah salah satu personel teringat soundtrack permainan masa kecil saat menghabiskan malam di pinggir kolam. Proses penulisannya berlangsung spontan dan berkembang menjadi kisah tentang seseorang yang menempuh perjalanan dari barat ke timur demi sebuah pertemuan. Dengan nuansa yang ringan dan romantis, lagu ini menjadi refleksi pengalaman yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Visual Disorder juga mengungkapkan bahwa konsep “ngawapayauB” berangkat dari inspirasi yang tidak biasa, yakni kisah seorang sahabat yang kamar mandinya menjadi “kandang buaya”. Dari ide tersebut lahir berbagai metafora dan imajinasi yang kemudian mewarnai keseluruhan isi album.
Saat ini Visual Disorder diperkuat oleh Ghama (gitar, vokal), Bimo (bass), Yasser (gitar), Ghozi Harhara (keyboard), dan Haris (drum). Melalui “ngawapayauB”, mereka kembali menegaskan identitas sebagai band yang tidak takut bereksperimen, menabrak pakem, sekaligus menawarkan pengalaman mendengarkan yang berbeda dari musik rock pada umumnya.
Dengan perpaduan eksplorasi musikal, lirik-lirik surealis, serta karakter rekaman yang mentah namun penuh energi, “ngawapayauB” menjadi babak baru perjalanan Visual Disorder dalam menghadirkan semangat Rock Carnaval ke lanskap musik independen Indonesia.

