RESIDIV, Band Hardcore Punk Yang Lahir dari Semangat Muda dan Kegelisahan
RESIDIV adalah band yang awalnya memainkan genre hardcore punk, terbentuk di Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Rawamangun, pada 21 Maret 2022. Band ini dibentuk oleh dua pemuda, Sheva (gitar utama & vokal) dan Ilham (bassist), yang menjadi fondasi awal terbentuknya RESIDIV.
Karena sulitnya mencari personel tambahan pada masa awal, Sheva dan Ilham mulai menanam benih-benih penciptaan lagu dari pemikiran mereka berdua sembari terus mencari anggota baru. Semangat muda yang mereka miliki menjadi bahan bakar utama perjalanan awal band ini.
Formasi pertama RESIDIV akhirnya terbentuk pada 10 Agustus 2022, dengan masuknya Zaki (gitar ritem) dan Fahri (drummer), melengkapi formasi era awal yang disebut sebagai era Maktub. Di fase ini, RESIDIV aktif tampil di berbagai pensi dan gigs di Jakarta untuk memperkenalkan nama mereka.
Namun, saat proses rekaman single pertama berjudul “Maktub”, Sheva harus dikeluarkan dari band karena alasan internal. Setelah perilisan “Maktub”, RESIDIV memasuki fase baru dengan dua single berikutnya: “Punk (Pulang Nangisin Kamu)” dan “Vandalisme”. Kedua lagu ini menjadi karya terakhir yang diciptakan bersama drummer pertama mereka, Fahri, sebelum ia memutuskan mundur dari band karena fokus pada pendidikan.
Proses rekaman “Punk (Pulang Nangisin Kamu)” dan “Vandalisme” dilanjutkan dengan kehadiran Rafa sebagai drummer baru, menggantikan Fahri dan mengisi part drum di kedua lagu tersebut. Setelah berbagai pergantian personel yang cukup kacau, akhirnya RESIDIV menemukan formasi kedua yang solid. Formasi ini dikenal sebagai era album “Idiosinkrasi”, yang beranggotakan Ilham (vokal & bass), Reinhart (gitar lead), Zaki (gitar ritem), dan Rafa (drummer).
Formasi inilah yang bertahan hingga sekarang. Dibandingkan formasi sebelumnya, inilah yang paling menjiwai karakter RESIDIV penuh tawa, keanehan, hingga kemarahan yang justru mempererat ikatan antar anggota. Formasi ini juga membuat band ini lebih dewasa dan fleksibel dalam menemukan jati diri musikal mereka.
Dengan formasi baru ini, RESIDIV telah merilis dua album penting dalam perjalanan bermusiknya: “Idiosinkrasi” dan “Gemuruh”. Kedua album ini menjadi tonggak awal dari jiwa musik yang tumbuh dalam tubuh RESIDIV. Ke depannya, mereka berkomitmen untuk terus bereksperimen dan tidak terpaku pada genre hardcore punk semata, karena pembaruan dan eksplorasi menjadi kunci utama dalam karya-karya mereka selanjutnya.

